Cari Blog Ini

Memuat...

Arsip Blog

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 05 Maret 2011

ASKEP KELUARGA BARU MENIKAH


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Asuhan keperawatan keluarga  yaitu suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktek keperawatan pada keluarga . Asuhan keperawatan keluarga  digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga  dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, mengetahui tingkat pencapaian keluarga  dalam melakukan fungsinya. Memerlukan pemahaman setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya. Pengkajian asuhan keperawatan keluarga  dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keluarga  memenuhi tugas perkembangannya. Pasangan baru ( keluarga  baru menikah) ialah ketika masing-masing individu laki-laki dan perempuan membentuk keluarga  melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan keluarga nya masing-masing.
Mempersiapkan keluarga  yang baru membutuhkan penyesuaian peran dan fungsi sehari-hari diantaranya belajar hidup bersama, beradaptasi dengan kebiasaan sendiri dan pasangannya. Masing-masing menghadapi perpisahan dengan keluarga  sendiri dan orang tuanya, mulai membina hubunganungan baru dengan keluarga  dan kelompok social lainnya.

1.2    Tujuan
¯  Untuk mengetahui tentang asuhan keperawatan keluarga  baru menikah .
¯  Untuk mengetahui tugas perkembangan dan masalah-masalah yang terjadi pada keluarga  baru menikah.
¯  Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga  baru menikah.


1.3    Manfaat
¯  Agar dapat mengetahui tentang asuhan keperawatan keluarga  baru menikah .
¯  Agar dapat mengetahui tugas perkembangan dan masalah-masalah yang terjadi pada keluarga  baru menikah.
¯  Agar dapat mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga  baru menikah.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. keluarga
 keluarga  adalah unit terkecil masyarakat, terdiri dari suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. (UU. No 10, 1992). keluarga  adalah kumpulan dua orang / lebih hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional, dan setiap individu punya peran masing-masing (Friedman 1998).
Whall (1986) dalam analisis konsep tentang keluarga  sebagai unit yang perlu dirawat, ia mendefinisikan keluarga  sebagai kelompok yang mengidentifikasikan diri dengan anggotanya yang terdiri dari dua individu atau lebih yang asosiasinya dicirikan oleh istilah-istilah khusus, yang boleh jadi tidak diikat oleh hubungan darah atau hukum, tapi yang berfungsi sedemikian rupa sehingga mereka menganggap diri mereka sebagai sebuah keluarga .
Family Service America (1984) mendefinisikan keluarga  dalam suatu cara yang komprehensif, yaitu sebagai ”dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan dan keintiman”.
Hariyanto, 2005. keluarga  menunjuk kepada dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan kebersamaan dan ikatan emosional dan yang mengidentifikasikan diri mereka sebagai bagian dari keluarga .
Dapat disimpulkan bahwa keluarga  adalah unit terkecil dari masyarakat dua orang / lebih, memiliki ikatan perkawinan dan pertalian darah, hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi, punya peran masing-masing dan mempertahankan suatu budaya.
Ciri-ciri keluarga , antara lain sebagai berikut : Diikat tali perkawinan, ada hubungan darah, ada ikatan batin, tanggung jawab masing–masing, ada pengambil keputusan, kerjasama diantara anggota keluarga , interaksi, dan tinggal dalam suatu rumah
Ciri, ciri struktur keluarga  : 1. Terorganisasi, bergantung satu sama lain 2. Ada keterbatasan, 3. Perbedaan dan kekhususan, peran dan fungsi masing-masing.
Struktur keluarga  (ikatan darah) : 1.Patrilineal, keluarga  sedarah terdiri sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu berasal dari jalur ayah 2. Matrilineal, keluarga  sedarah terdiri sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi , dimana hubungan itu berasal dari jalur ibu 3. Matrilokal, suami istri tinggal pada keluarga  sedarah istri 4. Patrilokal, suami istri tinggal pada keluarga  sedarah suami 5. keluarga  kawinan, hubungan. Suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga  dan sanak saudara baik dari pihak suami dan istri.
a.    Kelompok keluarga  di Indonesia berdasarkan social ekonomi dan kebutuhan dasar
1.      PRASEJATERA, belum dapat memenuhi kebutuhan dasar minimal : pengajaran agama, sandang, papan, pangan, kesehatan atau keluarga  belum dapat memenuhi salah satu /lebih indikator KS tahap I.
2.       KELUARGA  SEJAHTERA (KS I) telah dapat memenuhi kebutuhan dasar secara minimal, tetapi belum dapat sosial psikologis, pendidikan, KB, interaksi lingkungan.
Indikator : ibadah sesuai agama, makan 2 kali sehari, pakaian berbeda tiap keperluan, lantai bukan tanah, kesehatan : anak sakit, ber-KB, dibawa kesarana kesehatan
3.       KELUARGA  SEJAHTERA II
Indikator: belum dapat menabung, ibadah (anggota keluarga ) sesuai agama,  makan 2 kali sehari,  pakaian berbeda,  lantai bukan tanah,  kesehatan (idem),  daging/ telur minimal 1 kali seminggu,  Pakaian baru setahun sekali,  Luas lantai 8m2 per orang,  Sehat 3 bulan terakhir,  Anggota yang berumur 15 tahun keatas punya penghasilan tetap,  Umur 10,  60 tahun dapat baca tulis,  Umur 7-15 tahun bersekolah,  Anak hidup 2 /lebih . keluarga  masih pus saat ini berkontrasepsi.
4.      KELUARGA  SEJAHTERA III
Indikator :  belum berkontribusi pada masyarakat,  ibadah sesuai agama,  pakaian berbeda tiap keperluan,  lantai bukan tanah,  kesehatan idem,  anggota melaksanakan ibadah,  daging/telur seminggu sekali,  memperoleh pakaian baru dalam satu tahun terakhir,  luas lantai 8 m2 perorang,  anggota keluarga  sehat dalam 3 bulan terakhir.
5.      KS TAHAP III PLUS,  dapat memenuhi seluruh kebutuhannya : dasar, sosial, pengembangan, kontribusi pada masyarakat,  indikator KS III + (ditambah),  memberikan sumbangan.
b.      Fungsi keluarga
1.      Fungsi afektif dan koping keluarga  memberikan kenyamanan emosional anggota, membantu anggota dalam membentuk identitas dan mempertahankan saat terjadi stress.
2.      Fungsi sosialisasi keluarga  sebagai guru, menanamkan kepercayaan, nilai, sikap, dan mekanisme koping, memberikan feedback, dan memberikan petunjuk dalam pemecahan masalah.
3.      Fungsi reproduksi keluarga  melahirkan anak, menumbuh-kembangkan anak dan meneruskan keturunan.
4.      Fungsi ekonomi keluarga  memberikan finansial untuk anggota keluarga nya dan kepentingan di masyarakat.
5.      Fungsi fisik, keluarga  memberikan keamanan, kenyamanan lingkungan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan istirahat termasuk untuk penyembuhan dari sakit.

2.2. Tugas perkembangan keluarga  baru menikah menurut Duval (Sociological Perspective)
1. Membangun perkawinan yang saling memuaskan.
2. Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.
3.  Membina hubungan dengan keluarga  lain: teman dan kelompok sosial.
4.  Merencanakan penambahan anggota baru (mempersiapkan menjadi orangtua), mendiskusikan rencana punya anak.
2.3. Masalah keperawatan kesehatan keluarga
ü Komunikasi keluarga  disfungsional
ü Potensial peningkatan menjadi orangtua, perubahan(krisis) menjadi orangtua, konflik peran orangtua
ü Perubahan penampilan peran
ü Gangguan citra tubuh
ü Koping keluarga  tidak efektif (menurun, ketidakmampuan), potensial peningkatan koping keluarga
ü risiko terhadap tindak kekerasan
ü perilaku mencari bantuan kesehatan,
ü gangguan tumbuh kembang,
ü risiko penularan penyakit,

2.4. Proses Keperawatan keluarga
Menurut Friedman (1998:54), Proses keperawatan merupakan pusat bagi semua tindakan keperawatan, yang dapat diaplikasikan dalam situasi apa saja, dalam kerangka referensi tertentu, konsep tertentu, teori atau falsafah. Friedman dalam Proses keperawatan keluarga  juga membagi dalam lima tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian terhadap keluarga , identifikasi masalah keluarga  dan individu atau diagnosa keperawatan, rencana perawatan, implemntasi rencana pengerahan sumber-sumber dan evaluasi perawatan.
Dalam melakukan asuhan keperawatan kesehatan keluarga  menurut Effendi (2004) dengan melalui membina hubungan kerjasama yang baik dengan keluarga  yaitu dengan mengadakan kontrak dengan keluarga , menyampaikan maksud dan tujuan, serta minat untuk membantu keluarga  dalam mengatasi masalah kesehatan keluarga , menyatakan kesediaan untuk membantu memenuhi kebutuhan – kebutuhan kesehatan yang dirasakan keluarga  dan membina komunikasi dua arah dengan keluarga .
Friedman (1998: 55) menjelakan proses asuhan keperawatan keluarga  terdiri dari lima langkah dasar meliputi :

1.   Pengkajian
Menurut Suprajitno (2004:29) pengkajian adalah suatu tahapan ketika seorang perawat mengumpulkan informasi secara terus menerus tentang keluarga  yang dibinanya. Pengkajian merupakan langkah awal pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga . Agar diperoleh data pengkajian yang akurat dan sesuai dengan keadaan keluarga , perawat diharapkan menggunakan bahasa ibu (bahasa yang digunakan sehari-hari), lugas dan sederhana (Suprajitno: 2004).
Kegiatan yang dilakukan dalam pengkajian meliputi pengumpulan informasi dengan cara sistematis dengan menggunakan suatu alat pengkajian keluarga , diklasifikasikan dan dianalisa (Friendman, 1998: 56).
a.   Pengumpulan data
1)   Identitas  keluarga  yang dikaji adalah umur, pekerjaan, tempat tinggal, dan  tipe keluarga .
2)   Riwayat dan Tahap Perkembangan  keluarga
a.   Tahap perkembangan keluarga  saat ini
Tahap perkembangan keluarga  ditentukan dengan anak tertua dari keluarga  inti.
b.   Tahap perkembangan keluarga  yang belum terpenuhi
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga  serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi.
c.       Riwayat keluarga  inti
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga  inti, yang meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (status imunisasi), sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga  serta pengalaman-pengalaman terhadap pelayanan kesehatan.
d.      Riwayat keluarga  sebelumnya
Dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga  dari pihak suami dan istri.
3)   Latar belakang budaya /kebiasaan keluarga
o   Kebiasaan makan
      Kebiasaan makan ini meliputi jenis makanan yang dikosumsi oleh keluarga .
o   Pemanfaatan fasilitas kesehatan
      Perilaku keluarga  didalam memanfaatkan fasilitas kesehatan merupakan faktor yang penting dalam penggelolaan penyakit.
o   Pengobatan tradisional
      Merupakan pilihan bagi keluarga  untuk menentukan pengobatan yang diinginkan ataupun alternative pilihan yang dipilih yaitu pengobatan tradisional.
4)   Status Sosial Ekonomi
o   Pendidikan
      Tingkat pendidikan keluarga  mempengaruhi keluarga  dalam mengenal suatu penyakit dan pengelolaannya. Berpengaruh pula terhadap pola pikir  dan kemampuan untuk mengambil keputusan dalam mengatasi masalah dangan tepat dan benar.
o   Pekerjaan dan Penghasilan
      Penghasilan yang tidak seimbang juga berpengaruh terhadap keluarga  dalam melakukan pengobatan dan perawatan pada angota keluarga  yang sakit salah satunya disebabkan karena suatu penyakit. Menurut (Effendy,1998) mengemukakan bahwa ketidakmampuan keluarga  dalam merawat anggota keluarga  yang sakit salah satunya disebabkan karena tidak seimbangnya sumber-sumber yang ada pada keluarga .
5)   Tingkat perkembangan dan riwayat keluarga
Menurut Friedmen (1998:125), Riwayat keluarga  mulai lahir hingga saat ini termasuk riwayat perkembangan dan kejadian serta pengalaman kesehatan yang unik atau berkaitan dengan kesehatan yang terjadi dalam kehidupan keluarga  yang belum terpenuhi berpengaruh terhadap psikologis seseorang yang dapat mengakibatkan kecemasan.
6)   Aktiftas
Pola aktifitas yang dipilih oleh suatu keluarga  dapat berpengaruh terhadap terjadinya suatu penyakit dan gaya hidup suatu keluarga .
7)   Data Lingkungan
o   Karakteristik rumah
Cara memodifikasikan lingkungan fisik yang baik seperti lantai rumah, penerangan dan fentilasi yang baik dapat mengurangai faktor penyebab terjadinya suatu penyakit.
o   Karakteristik Lingkungan
Menurut (friedman,1998 :22) derajad kesehatan dipengaruhi oleh lingkungan. Ketenangan lingkungan sangat mempengaruhi derajat kesehatan.
8)   Struktur keluarga
o   Pola komunikasi
Menurut (Friedman, 1998) Semua interaksi perawat dengan pasien adalah berdasarkan komunikasi. Istilah komunikasi teurapetik merupakan suatu tekhnik diman usaha mengajak pasien dan keluarga  untuk bertukar pikiran dan perasaan. Tekhnik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun non verbal, empati dan rasa kepedulian yang tinggi.
o   Struktur Kekuasaan
Kekuasaan dalam keluarga  mempengaruhi dalam kondisi kesehatan, kekuasaan yang otoriter dapat menyebabkan stress psikologik.
o   Struktur peran
Menurut Friedman(1998), anggota keluarga  menerima dan konsisten terhadap peran yang dilakukan, maka ini akan membuat anggota keluarga  puas atau tidak ada konflik dalam peran, dan sebaliknya bila peran tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan harapan maka akan mengakibatkan ketegangan dalam keluarga .
9)   Fungsi keluarga
o   Fungsi afektif
 keluarga  harus saling menghargai satu dengan yang lainnya agar tidak menimbulkan suatu permasalahan maupun stressor tertentu bagi anggota keluarga  itu sendiri.
o   Fungsi sosialisasi        .
 keluarga  memberikan kebebasan bagi anggota keluarga  dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Bila keluarga  tidak memberikan kebebasan pada anggotanya, maka akan mengakibatkan anggota keluarga  menjadi sepi. Keadaan ini mengancam status emosi menjadi labil dan mudah stress.
o   Fungsi kesehatan
Menurut suprajitno (2004) fungsi mengembangkan dan melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain diluar rumah.
Hal-hal yang perlu dikaji untuk mengetahui sejauh mana keluarga  melakukan pemenuhan tugas perawatan keluarga  adalah :
a.   Untuk mengetahui kemampuan keluarga  mengenal masalah kesehatan, yang perlu  dikaji adalah sejauhmana  keluarga  memahami fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi: pen gertian, tanda dan gejala, faktor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi keluarga  terhadap masalah.
b.   Untuk mengetahui kemampuan keluarga  mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat, hal yang perlu dikaji adalah ;
1)    Sejauhmana kemampuan keluarga  mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah
2)    Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga
3)    Apakah keluarga  merasa menyerah terhadap masalah yang dialami
4)    Apakah keluarga  merasa takut akan akibat dari penyakit
5)    Apakah keluarga  mempunyai sikap negatif terhadap masalah kesehatan.
6)    Apakah keluarga  dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada.
7)    Apakah keluarga  kurang percaya terhadap tenaga kesehatan.
8)    Apakah keluarga  mendapat informasi yang salah terhadap tindakan dalam mengatasi masalah.
c.   Mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga  merawat anggota keluarga  yang sakit, termasuk kemampuan memelihara lingkungan dan menggunakan sumber/fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat, yang perlu dikaji adalah ;
1).   Apakah keluarga  mengetahui sifat dan perkembangnan perawatan yang dibutuhkan untuk menanggulangi masalah kesehatan/ penyakit.
2).  Apakah keluarga  mempunyai sumber daya dan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan.
3). Keterampilan keluarga  mengenai macam perawatan yang diperlukan memadai.
4). Apakah keluarga  mempunyai pandangan negatif terhadap perawatan yang diperlukan
5).  Adakah konflik individu dan perilaku mementingkan diri sendiri dalam keluarga
6). Apakah keluarga  kurang dapat memelihara keuntungan dalam memelihara lingkungan dimasa mendatang.
7).   Apakah keluarga  mempunyai upaya penuingkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
8).  Apakah keluarga  sadar akan pentingnya fasilitas kesehatan dan bagaimana pandangan keluarga  akan fasilitas tersebut.
9). Apakah keluarga  merasa takut akan akibat dari tindakan (diagnostik, pengobatan dan rehabilitasi).
10). Bagaimana falsafah hidup keluarga  berkaitan dengan upaya perawatan dan pencegahan.
4.    Fungsi reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga  adalah :
a.    Berapa jumlah anak
b.    Bagaimana keluarga  merencanakan jumlah anggota keluarga
c.     Metode apa yang digunakan keluarga  dalam upaya mengendalikan jumlah anggota keluarga .
5.    Fungsi ekonomi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga  adalah :
a.    Sejauhmana keluarga  memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan
b.    Sejauhmana keluarga  memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat sdalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga .

F.   Stress dan Koping keluarga
1.    Stressor jangka pendek dan panjang
a.    Stressor jangka pendek yaitu stressor yang dialami keluarga  yang memerlukan penyelesaian dalam waktu kurang dari 6 bulan.
b.    Stressor jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga  yang memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan.
2.    Kemampuan keluarga  berespon terhadap situasi/stressor
Hal yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga  berespon terhadap situasi/stressor.
3.    Strategi koping yang digunakan
Strategi koping yang digunakan keluarga  bila menghadapi permasalahan.
4.    Strategi adaptasi disfungsional
5.    Strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga  bila menghadapi permasalahan

G.  Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap semua anggota keluarga . Metode yang digunakan pada pemeriksaan fisik tidak berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik.

H. Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga  terhadap petugas kesehatan yang ada.
10) Pola istirahat tidur
Istirahat tidur seseorang akan terganggu manakala sedang mengalami masalah yang belum terselesaikan.
11)  Pemeriksaan fisik anggota keluarga
Sebagaimana prosedur pengkajian yang komprehensif, pemeriksaan fisik juga dilakukan menyeluruh dari ujung rambut sampai kuku untuk semua anggota keluarga . Setelah ditemukan masalah kesehatan, pemeriksaan fisik lebih terfokuskan.
12)  Koping keluarga
Bila ada stressor yang muncul dalam keluarga , sedangkan koping keluarga  tidak efektif, maka ini akan menjadi stress anggota keluarga  yang berkepanjangan.
13) Pengkajian Lingkungan
a.   Karakteristik rumah
      Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luas rumah, type rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, jarak septic tank dengan sumber air, sumber air minum yang digunakan serta denah rumah.
b.   Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik tetangga dan komunitas setempat yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan/kesepakatan penduduk setempat, budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan.
c.   Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis keluarga  ditentukan dengan kebiasaan keluarga  berpindah tempat.
d.   Perkumpulan keluarga  dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga  untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga  yang ada dan sejauh mana interaksi keluarga  dengan masyarakat.
e.   Sistem pendukung keluarga
Yang termasuk dalam sistem pendukung keluarga  adalah jumlah anggota keluarga  yang sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga  untuk menunjang kesehatan. Fasilitas mencakup fasilitas fisik, fasilitas psikologis atau dukungan dari anggota keluarga  dan fasilitas sosial atau dukungan dari masyarakat setempat.

2.   Diagnosa keperawatan
Diagnosa  keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respon manusia atas perubahan pola interaksi potensial atau aktual individu. Perawat secara legal dapat mengidentifikasi dan menyusun intervensi masalah keperawatan. Kolaborasi dan koordinasi dengan anggota tim lain merupakan keharusan untuk menghindari kebingungan anggota akan kurangnya pelayanan kesehatan.
Diagnosa keperawatan keluarga  dirumuskan berdasarkan data yang didapat pada pengkajian yang terdiri dari masalah keperawatan yang akan berhubungan dengan etiologi yang berasal dari pengkajian fungsi perawatan keluarga. Diagnosa keperawatan mengacu pada PES dimana untuk problem dapat digunakan rumusan NANDA.
Tipologi dari diagnosa keperawatan keluarga  terdiri dari :
-     Aktual (terjadi defisit/gangguan kesehatan)
   Resiko (ancaman kesehatan)
-     Keadaan sejahtera (wellness)
Contoh diagnosa keperawatan keluarga  ;
Diagnosa Keperawatan keluarga  Aktual
Contoh 1
a.   Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak M), keluarga  Bapak R berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga  mengenal masalah kekurangan nutrisi.
b.   Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak M), keluarga  Bapak R berhubungan dengan ketidakmauan keluarga  mengambil keputusan/tindakan untuk mengatasi masalah kekurangan nutrisi.
c.   Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak M), keluarga  Bapak R berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga  merawat anggota keluarga  dangan masalah kekurangan nutrisi.
Pada contoh diatas, yang menjadi etiologi (tugas keluarga ) mengandung 3 unsur yaitu ketidaktahuan (tidak mengenal masalah), ketidak mauan mengambil keputusan dan ketidak mampuan merawat, maka dari 3 diagnosa tersebut cukup hanya menentukan 1 (satu) diagnosa  yaitu diagnosa yg ketiga, akan tetapi dalam metrumuskan tujuan dan intervensi harus melibatkan ketiga etiologi tersebut
Contoh 2
Perubahan peran dalam keluarga  (bapak S) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga  mengenal masalah peran suami
Contoh 3
Keterbatasan pergerakan pada lanjut usia (ibu A) keluarga  bapak B berhubungan dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga  dengan keterbatasan gerak (rematik).
Diagnosa Keperawatan keluarga  Resiko (ancaman)
Sudah ada data yang menunjangtapi belum terjadi gangguan, misalnya lingkungan rumah kurang bersih, pola makan yang tidak adekuat, stimulasi tumbuh kembang yang tidak adekuat, dsb.

Contoh
a.   Resiko terjadi konflik pada keluarga  bapak B berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga  mengenal masalah komunikasi
b.   Resiko gangguan perkembangan pada Balita (Anak S) keluarga  bapak B berhubungan dengan ketidakmauan keluarga  mellakukan stimulasi terhadap Balita.
 Diagnosa Keperawatan keluarga  Sejahtera/Potensial
Suatu keadaan dimana keluarga  dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga  dapat ditingkatkan . Khusus untuk diagnosa keperawatan potensial (sejahtera) boleh tidak menggunakan etiologi.
Contoh
a.   Potensial terjadinya kesejahteraan pada ibu hamil (Ibu M) keluarga  bapak R
b.   Potensial peningkatan status kesehatan pada bayi (Anak L) keluarga  bapak R
c.   Potensial peningkatan status kesehatan pada pasangan baru menikah keluarga  bapak R

3.   Menyusun prioritas
Friedman (1998:64), menjelaskan perencanaan perawatan meliputi seleksi bersama yang dirancang untuk mencapai tujuan. Faktor penetapan prioritas perasaan peka terhadap klien dan efek terpeutik terhadap tindakan dimasa mendatang.
Cara membuat skor penentuan prioritas masalah keperawatan keluarga  :
NO
KRITERIA
SKOR
BOBOT
1
Sifat masalah
       Aktual (Tidak/kurang sehat)
       Ancaman kesehatan
       Keadaan sejahtera

3
2
1


1
2

Kemungkinan masalah dapat diubah
       Mudah
       Sebagian
       Tidak dapat

2
1
0


2
3

Potensi masalah untuk dicegah
       Tinggi
       Sedang
       Rendah

3
2
1


1
4
Menonjolnya masalah
    Masalah berat, harus segera ditangani
    Ada masalah, tetapi tidak perlu segera ditangani
    Masalah tidak dirasakan

2
1

0


1
Skoring :
    Skor
        _____________  x  Bobot
        Angka tertinggi 

Catatan : Skor dihitung bersama dengan keluarga
Faktor yang dapat mempengaruhi penentuan prioritas
-     Kriteria 1
Sifat masalah ; bobot yang lebih berat diberikan pada tidak/kurang sehat karena yang pertama memerlukan tindakan segera dan biasanya disadari dan dirasakan oleh keluarga
-     Kriteria 2
Kemungkinan masalah dapat diubah, perawat perlu memperhatikan terjangkaunya faktor-faktor sebagai berikut :
  Pengetahuan yang ada sekarang, teknologi dan tindakan untuk menangani masalah
  Sumber daya keluarga  dalam bentuk fisik, keuangan dan tenaga
  Sumber daya perawat dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan waktu.
  Sumber daya masyarakat dalam bentuk fadsilitas, organisasi dalam masyarakat dan dukungan masyarakat
-     Kriteria 3
Potensi masalah dapat dicegah, faktor-faktor yang perlu diperhatikan :
  Kepelikan dari masalah yang berhubungan dengan penyakit atau masalah
  Lamanya masalah, yang berhubungan dengan jangka waktu masalah itu ada
  Tindakan yang sedang dijalankan adalah tindakan-tindakan yang tepat  dalam memperbaiki masalah.
  Adanya kelompok ‘high risk” atau kelompok yang sangat peka menambah potensi untuk mencegah masalah.
-     Kriteria 4
Menonjolnya masalah, perawat perlu menilai persepsi atau bagaimana keluarga  melihat masalah kesehatan tersebut. Nilai skor tertinggi yang terlebih dahulu dilakukan intervensi keperawatan keluarga .
4.   Menyusun tujuan
Friedman (1998:64) menjelaskan perencanaan meliputi perumusan tujuan yang berorientasi kepada klien kemungkinan sumber-sumber penggambaran pendekatan alternatif untuk memenuhi tujuan dan operasional perencanaan.
Ada 3 kegiatan menurut Friedman (1998:64) yaitu:
1.      Tujuan jangka pendek yang sifatnya dapat diukur langsung dan spesifik
2.      Tujuan jangka menengah
3.      Tujuan akhir atau jangka panjang yang sifatnya umum dan mempunyai tujuan

2.5 Perencanaan Keperawatan keluarga
             Perencanaan keperawatan keluarga  terdiri dari penetapan tujuan, yang mencakup tujuan umum dan tujuan khusus serta dilengkapi dengan kriteria dan standar. Kriteria dan standar merupakan pernyataan spesifik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan keperawatan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan.

2.6 Implementasi
Tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada keluarga  berdasarkan perencanaan mengenai diagnosa yang telah dibuat sebelumnya. Tindakan keperawatan terhadap keluarga  mencakup hal-hal dibawah ini ;
1.   Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga  mengenai masalah dan kebutuhan kesehatan dengan cara :
a.    Memberikan informasi
b.    Mengidentifikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan
c.     Mendorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah
2.   Menstimulasi keluarga  untuk memutuskan cara perawatan yang tepat dengan cara :
a.    Mengidentifikasi konsekwensi tidak melakukan tindakan
b.    Mengidentifikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga
c.     Mendiskusikan tentang konsekwensi tiap tindakan
3.   Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga  yang sakit dengan cara :
a.    Mendemonstrasikan cara perawatan
b.    Menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah
c.     Mengawasi keluarga  melakukan perawatan
4.   Membantu keluarga  untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi sehat, dengan cara ;
a.    Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga
b.    Melakukan perubahan lingkungan dengan seoptimal mungkin
5.   Memotivasi keluarga  untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dengan cara :
a.   Memperkenalkan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga
b.   Membantu keluarga  menggunakan fasilitas kesehatan yang ada

2.7 Evaluasi
Sesuai rencana tindakan yang telah diberikan, dilakukan penilaian untuk menilai keberhasilannya. Bila tidak / belum berhasil perlu disusun rencana baru yang sesuai. Semua tindakan keperawatan mungkin tidak dapat dilakukan dalam satu kali kunjungan ke keluarga . Unyuk itu dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan waktu dan kesediaan keluarga . Evaluasi disusun dengan menggunakan SOAP secara operasional.
S       :    Hal-hal yang dikemukakan oleh keluarga  secara subjektif setelah dilakukan intervensi keperawatan.  Misal : keluarga  mengatakan nyerinya berkurang.
O      :    Hal-hal yang ditemui oleh perawat secara objektif setelah dilakukan intervensi keperawatan. Misal : BB naik 1 kg dalam 1 bulan.
A      :    Analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu kepada tujuan terkait dengan diagnosa keperawatan.
P       :    Perencanaan yang akan datang setelah melihat respon dari keluarga  pada tahap evaluasi.
Tahapan evaluasi dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilakukan selama proses asuhan keperawatan, sedangkan evaluasi sumatif adalah evaluasi akhir.
 
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
o  Asih, kasih sayang , perhatian, rasa aman kegangatan pada anggota keluarga  sehingga dapat tumbang sesuai usia. Asuh, perawatan agar selalu sehat fisik mental spiritual. Asah, kebutuhan pendidikan anak, untuk masa depan

DAFTAR PUSTAKA

Agustiansyah, Tri A. 2009. Asuhan Keperawatan keluarga  Pasangan Baru Menikah dengan Masalah KB.            http://ners86.wordpress.com/2009/03/30/asuhan-keperawatan- keluarga /